Desa Kezewea I
Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada
Survey Lokasi Jalan Rabat, Plat Deker, dan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD )
Matangkan Perencanaan 2026: Pemdes Kezewea I Survey Lokasi Jalan Rabat, Plat Deker, dan Program Padat Karya
KEZEWEA I – Langkah nyata dalam mempersiapkan infrastruktur desa yang tangguh kembali dilakukan oleh Pemerintah Desa Kezewea I. Memasuki tahapan perencanaan Tahun Anggaran 2026, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama pendamping teknis desa melakukan survey lapangan menyeluruh untuk rencana pembangunan fisik di beberapa titik strategis.
Survey ini difokuskan pada tiga instrumen utama pembangunan: Jalan Rabat Beton, Plat Deker (Duker), dan skema pengerjaan melalui Padat Karya Tunai (PKT).
Fokus Survey Teknis Lapangan
Tim teknis menyisir lokasi-lokasi yang menjadi prioritas usulan warga guna memastikan ketepatan volume dan spesifikasi bangunan:
-
Rencana Jalan Rabat Beton: Peninjauan dilakukan untuk mengukur panjang, lebar, dan ketebalan jalan yang akan dibeton. Fokus utama adalah akses jalan pemukiman dan jalan usaha tani guna mempermudah mobilitas warga serta pengangkutan hasil bumi.
-
Pembangunan Plat Deker (Duker): Survey ini menyasar titik-titik persilangan jalan dengan saluran air. Pembangunan plat deker sangat krusial untuk memastikan aliran air tidak terhambat yang dapat menyebabkan kerusakan badan jalan atau banjir di area pemukiman.
-
Pemetaan Padat Karya Tunai (PKT): Selain teknis bangunan, tim juga memetakan potensi keterlibatan tenaga kerja lokal. Sesuai prinsip PKT, proyek ini dirancang agar dapat menyerap tenaga kerja dari warga setempat, khususnya keluarga kurang mampu, guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Presisi Anggaran dan Ketahanan Fisik
Kegiatan survey ini bukan sekadar pengukuran formalitas. Tim menggunakan alat ukur untuk menentukan elevasi tanah dan titik nol kegiatan.
"Data dari survey ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain gambar. Kita ingin jalan rabat yang dibangun tahun 2026 nanti memiliki kualitas beton yang standar dan sistem drainase (plat deker) yang berfungsi maksimal agar jalan tidak cepat rusak," ungkap salah satu tim teknis desa.
Pembangunan Partisipatif: Dari Warga untuk Warga
Salah satu poin penting dalam survey kali ini adalah koordinasi dengan ketua RT dan tokoh masyarakat di lokasi rencana pembangunan. Dengan melibatkan warga dalam survey:
-
Kepastian Lahan: Menghindari sengketa lahan atau batas wilayah saat pengerjaan dimulai.
-
Transparansi: Warga mengetahui sejak dini rencana letak bangunan dan ukuran yang akan dikerjakan.
-
Efektivitas PKT: Mendata calon pekerja lokal yang siap terlibat dalam pembangunan fisik nantinya.
Langkah Menuju Desa Mandiri
Hasil survey lapangan ini akan segera diolah menjadi dokumen teknis untuk dipaparkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Pemerintah Desa Kezewea I berkomitmen bahwa pembangunan tahun 2026 tidak hanya fokus pada ketahanan fisik bangunan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi melalui upah kerja bagi masyarakat lokal (PKT). Dengan infrastruktur yang baik dan ekonomi yang bergerak, Desa Kezewea I optimis menuju desa yang lebih maju dan sejahtera.


